Warna dan Cerita Perahu Nelayan Tradisional Pangandaran

RADARPANGANDARAN.COM- Selendang Laut Warna dan Cerita Perahu Nelayan Tradisional Pangandaran Di ufuk timur, matahari baru saja terbit.

Laut Pangandaran memantulkan cahaya keemasan yang menari di atas ombak. Di bibir pantai, deretan perahu nelayan berwarna cerah tampak seperti lukisan hidup.

Warna biru laut, merah bata, kuning cerah, dan hijau tua berpadu membentuk harmoni yang khas.

Masyarakat menyebut deretan itu sebagai “Selendang Laut”, sebuah julukan puitis yang menggambarkan keindahan perahu-perahu nelayan tradisional Pangandaran.

Identitas dari Warna

Bagi nelayan Pangandaran, warna bukan sekadar hiasan. Setiap corak pada badan perahu memiliki arti dan filosofi tersendiri.

Warna merah menandakan keberanian, biru melambangkan keteguhan, sedangkan kuning dipercaya membawa rezeki.

Jejak Tradisi yang Masih Hidup

Meskipun teknologi perikanan terus berkembang, perahu kayu tradisional masih digunakan hingga kini.

Nelayan lokal tetap mempertahankan bentuk dan pola ukiran yang diwariskan dari leluhur di sisi perahu sering terlihat motif mata dan gelombang, yang dianggap sebagai simbol penjaga keselamatan di laut.

Setelah itu, pengrajin mulai mengukir dan mengecatnya dengan cat minyak yang mencolok.

Proses ini membutuhkan waktu hingga dua minggu, tergantung cuaca dan ukuran perahu.

Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari sistem kepercayaan masyarakat pesisir.

Mereka percaya, setiap goresan kuas mengandung doa untuk keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah.