Perahu Sebagai Cermin Kehidupan
Bagi banyak nelayan, perahu bukan hanya alat mencari nafkah, melainkan juga cerminan kehidupan, Saat perahu berlayar, laut menjadi sahabat sekaligus ujian.
Warna-warna yang menempel di badan perahu seakan menjadi pelindung, memberi semangat setiap kali mereka menantang ombak.
Seiring waktu, cat mulai pudar, tetapi maknanya tidak hilang.
Dalam setiap goresan cat yang memudar, tersimpan kisah tentang kerja keras, harapan, dan keyakinan yang tak pernah padam.
Daya Tarik bagi Wisatawan dan Fotografer
Kini, deretan perahu warna-warni di tepi Pantai Pangandaran menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan dan fotografer datang pada pagi hari untuk mengabadikan pemandangan ini.
Foto-foto perahu nelayan sering viral karena keindahan warnanya yang kontras dengan birunya laut. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan nelayan tradisional.
Antara Estetika dan Warisan Budaya
Bagi masyarakat Pangandaran, menjaga warna perahu sama pentingnya dengan menjaga warisan leluhur.
Di tengah derasnya modernisasi, identitas nelayan tetap terpahat di badan perahu mereka.
“Selendang Laut” bukan sekadar keindahan visual, melainkan representasi dari semangat hidup masyarakat pesisir yang gigih dan penuh warna.
Warna pada perahu bukan sekadar cat, melainkan simbol kehidupan yang terus berdenyut di antara ombak.
Setiap garis, setiap goresan, menyimpan cerita tentang keberanian dan harapan. Selendang Laut bukan hanya hiasan pantai, tetapi napas Pangandaran yang hidup di tangan para nelayannya.







