RADARPANGANDARAN.COM – Deteksi dini korosi pada kelistrikan mobil sangat penting karena konektor berkarat dan resistansi meningkat sering memicu error sistem acak.
Masalah ini kerap muncul tanpa gejala mekanis yang jelas.
Banyak pemilik mobil mengira kerusakan berasal dari ECU.
Padahal sumbernya sering berasal dari konektor lembap.
Kelembapan mempercepat oksidasi pada terminal listrik.
Akibatnya, arus listrik tidak mengalir sempurna.
Resistansi meningkat secara perlahan namun konsisten.
Kondisi ini membuat sinyal sensor menjadi tidak stabil.
Sistem elektronik modern sangat sensitif terhadap perubahan resistansi.
Karena itu, error bisa muncul dan hilang secara acak.
Lampu peringatan sering menyala tanpa sebab jelas.
Beberapa kasus hanya muncul saat hujan atau pagi hari.
Hal ini berkaitan langsung dengan kondensasi udara.
Pabrikan otomotif telah lama mengidentifikasi masalah ini.
Standar internasional juga mengatur pengujian kelembapan.
Sayangnya, pengguna jarang melakukan inspeksi dini.
Padahal deteksi awal bisa mencegah kerusakan lanjutan.
Dampak Kelembapan pada Konektor dan Sistem Kelistrikan
Kelembapan adalah musuh utama konektor kelistrikan mobil.
SAE International menjelaskan bahwa air mempercepat korosi terminal.
Korosi menyebabkan permukaan kontak menjadi tidak bersih.
Akibatnya, hambatan listrik atau resistansi meningkat.
IEC 60512 menyebut kenaikan resistansi memicu gangguan sinyal.
Sinyal sensor yang terganggu memengaruhi kerja ECU.
Bosch menyatakan sensor bisa mengirim data tidak akurat.








