Selain itu, teknisi harus memeriksa ulang sensor dan struktur bodi.
Kalibrasi pasca tabrakan memastikan fitur keselamatan bekerja optimal.
Jika sensor tidak sejajar, sistem dapat merespons secara keliru.
Toyota juga menyediakan collision repair manual resmi.
Teknisi resmi menggunakan manual tersebut untuk mengukur ulang frame.
Selanjutnya, teknisi membandingkan alignment dengan spesifikasi standar OEM.
Karena itu, pemeriksaan tidak cukup mengandalkan pengamatan visual.
Bengkel kemudian memakai alat pengukur geometri khusus.
Alat ini mampu mendeteksi perubahan dimensi sekecil apa pun.
Selain itu, teknisi memeriksa potensi retakan tersembunyi.
Benturan ringan terkadang memicu deformasi mikro pada rangka.
Deformasi kecil tersebut dapat memengaruhi handling kendaraan.
Dengan demikian, teknisi sangat menganjurkan pemeriksaan menyeluruh.
Dalam manual pemilik, Mitsubishi menyarankan servis di dealer resmi.
Arahan ini terutama berlaku untuk perbaikan struktural kendaraan.
Prosedur Pemeriksaan dan Standar Industri yang Digunakan
Secara umum, teknisi mengikuti standar industri otomotif saat memeriksa chassis.
Inspection manuals global mewajibkan teknisi memeriksa struktur pasca benturan.
Pertama, teknisi melakukan inspeksi visual menyeluruh.
Selanjutnya, mereka mengukur titik referensi pada sasis.
Teknisi menggunakan frame alignment system untuk memastikan akurasi.
Sistem tersebut membandingkan ukuran aktual dengan data pabrik.
Jika hasilnya melenceng, teknisi segera merencanakan perbaikan struktur.
Selain itu, teknisi mengevaluasi sambungan las dan titik tumpu.







