Struktur ini lebih ringan dan lebih kaku, sehingga handling lebih baik.
GoMechanic menyebut monocoque unggul di efisiensi dan kestabilan.
Karena lebih ringan, beban kaki-kakinya tidak seberat ladder frame.
Suspensinya biasanya lebih empuk dengan fokus kenyamanan.
Tapi karena lebih empuk, tanda keausan lebih mudah terasa dari kabin.
Pemilik perlu mengecek shock absorber, bushing, dan anti-roll bar secara rutin.
Mobil monocoque lebih sensitif terhadap kebisingan kecil.
Jadi pemilik harus peka jika muncul suara dari kolong.
Untuk underbody, karakter monocoque lebih rentan terhadap karat.
Karena itu, pemilik sebaiknya memasang underbody protection sejak mobil masih baru.
Coating dasar sangat membantu menjaga bagian bodi bawah.
Mengutip dari ICICI Lombard, monocoque lebih aman dan efisien.
Namun struktur menyatu membuat perbaikan bagian bawah lebih rumit.
Jika terjadi kerusakan berat, perbaikan bisa lebih mahal.
Jadi pemilik monocoque harus menjaga kondisi underbody sejak awal.
Perbedaan karakter ladder frame dan monocoque membuat pemilik tidak bisa menyamakan perawatannya.
Jika mobil sering dipakai off-road, pemilik perlu memberi perhatian ekstra pada kaki-kaki ladder frame.
Sementara monocoque lebih fokus pada kenyamanan dan perlindungan karat.
Dua-duanya sama-sama butuh perawatan rutin, hanya fokusnya yang berbeda.
Dengan perawatan yang tepat, kedua jenis sasis tetap memberi kenyamanan dan keamanan saat digunakan.










