RADARPANGANDARAN.COM – Manajemen grounding mobil sangat krusial karena grounding listrik mobil yang lemah dapat memicu error ECU dan sensor kendaraan bekerja tidak akurat.
Masalah ini sering muncul tanpa gejala mekanis yang jelas.
Akibatnya, teknisi kerap salah mendiagnosis kerusakan komponen.
Padahal sumber masalah berasal dari jalur ground.
Grounding berfungsi sebagai referensi tegangan semua sistem elektronik.
Jika referensi ini tidak stabil, pembacaan sensor ikut terganggu.
Bosch menyebut kondisi ini sebagai electrical noise.
Noise listrik memicu distorsi sinyal sensor penting.
Sensor MAF, MAP, hingga wheel speed sangat sensitif terhadap gangguan.
Karena itu, error bisa muncul secara acak.
Lampu peringatan sering menyala lalu mati sendiri.
Kondisi tersebut membingungkan pemilik kendaraan.
Toyota menegaskan masalah ini sering terjadi di kendaraan modern.
Terutama pada mobil dengan banyak modul kontrol.
Semakin kompleks sistem, semakin penting kualitas grounding.
Karena itu, manajemen ground tidak boleh diabaikan.
Dampak Grounding Lemah terhadap ECU dan Sensor Kendaraan
Grounding listrik mobil yang buruk menyebabkan penurunan tegangan referensi sensor.
Toyota Technical Training menjelaskan hal ini secara eksplisit.
Tegangan referensi yang tidak stabil memengaruhi akurasi data.
ECU kemudian menerima data yang tidak konsisten.
Akibatnya, sistem membaca kondisi palsu.
Lampu ABS atau VSC bisa menyala tanpa kerusakan fisik.
Honda juga menegaskan pentingnya inspeksi ground lebih dulu.
Langkah ini dilakukan sebelum mengganti sensor.







