Gejala misfire sering muncul saat akselerasi mendadak.
Selain itu, knalpot mengeluarkan suara tidak normal.
Lampu check engine juga bisa menyala karena salah satu coil bermasalah.
Karena itu, segera lakukan pengecekan ketika tanda ini muncul.
COP membantu efisiensi pembakaran.
Jika tegangan lemah, campuran bensin tidak terbakar sempurna.
Selain itu, residu karbon meningkat di ruang bakar.
Akibatnya konsumsi BBM langsung membengkak.
Coil rusak bisa memicu pemborosan bahan bakar.
Karena itu, kita harus memeriksa coil COP secara rutin.
Pemeriksaan berkala mampu mencegah kerusakan tambahan.
Selain itu, motor tetap memberi kenyamanan untuk pemakaian harian.
Cara Pemeriksaan Busi Akurat dan Efek COP Rusak terhadap BBM
Pemeriksaan busi akurat sangat penting saat mencurigai coil melemah.
HELLA TechWorld menjelaskan cara mengukur resistansi primer dan sekunder.
Pengukuran tersebut membantu menentukan kondisi coil secara objektif.
Selain itu, pemeriksaan busi memberi gambaran pembakaran mesin.
Warna elektroda busi sering menunjukkan masalah pengapian.
Jika berwarna hitam pekat, pembakaran tidak sempurna.
Karena itu, kita perlu menguji coil COP lebih lanjut.
Selain itu, konsumsi BBM menjadi dua kali lebih boros.
Kondisi tersebut jelas menandakan pengapian tidak efisien.
Jika coil tidak cukup kuat, campuran bensin terbuang sia-sia.
Karena itu, kita harus segera mengganti coil yang rusak.
Beberapa coil menunjukkan retakan kecil pada isolasi.
Selain itu, panas berlebih juga mempercepat kerusakan coil.
Suzuki dan Yamaha menjelaskan bahwa panas mesin berpengaruh besar.












