RADARPANGANDARAN.COM –Â Toyota menyebut Hilux facelift bermesin diesel Euro 5 sebagai mobil ICE terakhir sebelum elektrifikasi diperluas global.
Pernyataan ini muncul seiring strategi transisi teknologi yang kini Toyota jalankan secara bertahap.
Dengan demikian, Hilux facelift hadir sebagai simbol tahap akhir mesin diesel modern Toyota.
Toyota secara strategis menempatkan model ini sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi.
Mesin diesel tetap dipertahankan Toyota untuk segmen pasar tertentu.
Terutama, segmen kerja berat dan kebutuhan off-road masih mengandalkan diesel.
Hilux facelift tetap membawa karakter tangguh yang selama ini dikenal luas.
Namun demikian, Toyota telah menyesuaikan teknologinya dengan regulasi emisi yang semakin ketat.
Standar Euro 5 menjadi fokus utama dalam pembaruan mesin tersebut.
Dengan pendekatan ini, Hilux tetap relevan di berbagai pasar global.
Toyota secara aktif menyadari perubahan arah industri otomotif dunia.
Oleh karena itu, Toyota memilih pendekatan transisi yang bertahap dan realistis.
Toyota tidak menghentikan penggunaan mesin diesel secara mendadak.
Sebaliknya, Toyota menekan efisiensi dan emisi secara maksimal.
Hilux facelift pun menjadi contoh nyata dari strategi tersebut.
Mesin Diesel Euro 5 sebagai Tahap Akhir ICE Toyota
Toyota membekali Hilux facelift dengan mesin diesel GD-Series yang telah disempurnakan.
Mesin ini dirancang Toyota untuk memenuhi standar emisi Euro 5.
Toyota Global menjelaskan bahwa perusahaan mengembangkan GD-Series untuk penggunaan jangka panjang.








