Jakarta Membara! Begini Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

Oleh karena itu, suhu Jakarta tetap tinggi bahkan setelah matahari terbenam. Kombinasi dari faktor alam dan aktivitas manusia inilah yang membuat cuaca panas ekstrem di Jakarta semakin sulit dihindari.

Dampak Cuaca Panas Ekstrem terhadap Kesehatan

Cuaca panas ekstrem di Jakarta memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu risiko paling umum adalah dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat daripada yang digantikan.

Saat tubuh kekurangan cairan, fungsi organ vital menjadi terganggu. Gejala yang biasanya muncul antara lain rasa haus berlebihan, kulit kering, pusing, dan penurunan energi.

Jika dibiarkan, dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti heat exhaustion. Selain dehidrasi, risiko lain yang tak kalah berbahaya adalah heatstroke atau serangan panas.

Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh naik drastis hingga di atas 40 derajat Celcius dan sistem pengatur panas tubuh gagal berfungsi. Tanda-tandanya bisa berupa keringat berlebih, kram otot, kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.

Heatstroke termasuk keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat karena bisa berujung pada kegagalan organ.

Paparan sinar matahari berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kulit, seperti iritasi, ruam, atau bahkan luka bakar ringan.

Radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak lapisan pelindung kulit jika terus terpapar tanpa tabir surya. Dalam jangka panjang, paparan UV juga meningkatkan risiko penuaan dini dan kanker kulit.