RADARPANGANDARAN.COM – Jumlah wisatawan mulai turun di kawasan wisata Pangandaran. Kondisi ini terlihat setelah puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Penurunan kunjungan terjadi meski libur sekolah masih tersisa sekitar satu minggu. Suasana pantai mulai terasa lebih lengang.
Seorang pengusaha wisata Pantai Barat Pangandaran Herdianto menyampaikan kondisi tersebut kepada Radartasik.id. Dia menilai arus wisatawan kini cenderung landai.
Menurutnya, kepadatan pengunjung sudah jauh berkurang. Aktivitas wisata masih ada, namun tidak seramai pekan sebelumnya.
Di sisi lain, libur Nataru 2025/2026 diwarnai sejumlah insiden. Selama periode tersebut terjadi 12 kecelakaan laut di Pangandaran.
Anggota Balawista Pangandaran Liyanto menjelaskan lokasi kejadiannya. Seluruh insiden tercatat di Pantai Barat Pangandaran.
Dia menyebut konsentrasi wisatawan memang dominan di Pantai Barat. Kondisi itu berbanding lurus dengan tingginya potensi kecelakaan laut.
Dari 12 kasus tersebut, dua di antaranya berujung korban jiwa. Kedua peristiwa terjadi pada hari yang sama.
Peristiwa itu terjadi pada 25 Desember 2025. Korban berasal dari Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dan Cileunyi Kabupaten Bandung.
Wisatawan asal Tasikmalaya meninggal setelah melompat dari bangkai kapal MV Viking. Korban tenggelam dan tidak tertolong.
Satu korban lain meninggal saat berenang bersama teman-temannya. Insiden terjadi di pos 3 Pantai Barat Pangandaran.
Selain itu, kecelakaan pantai juga terjadi. Seorang wisatawan tertabrak mini motor cross rental saat beraktivitas.







