RADARPANGANDARAN.COM – Pangandaran waspadai gelombang tinggi di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir selatan Jawa Barat.
Cuaca ekstren bisa mengancam keselamatan warga lokal dan wisatawan.
Angin kencang dan gelombang laut tinggi terjadi bersamaan. Risiko bencana meningkat, terutama di kawasan pantai terbuka.
Aktivitas wisata masih terlihat padat. Banyak pengunjung tetap datang meski kondisi cuaca kurang bersahabat.
Dikutip dari Radartasik.id, Ketua SAR Baracuda Sakio menjelaskan angin saat ini bertiup cukup kuat. Gelombang laut juga mengalami peningkatan tinggi.
Dia menilai kondisi tersebut bersifat musiman. Namun tingkat kunjungan wisata pada akhir pekan masih tinggi.
Di Pantai Pasir Putih, wisatawan tampak bermain air. Padahal angin kencang dan hujan turun bersamaan.
Sakio mengingatkan bahaya di musim angin barat. Ancaman pohon tumbang dan gelombang besar perlu diantisipasi.
Masyarakat diminta lebih waspada saat beraktivitas luar ruang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Cuaca ekstrem juga berdampak di wilayah daratan. Hujan deras dan angin kencang melanda Desa Mangunjaya.
Peristiwa terjadi pada Sabtu 10 Januari 2026. Wilayah Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran terdampak cukup parah.
Angin kencang diduga berupa puting beliung. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyampaikan kronologi melalui Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman. Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.10.
Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang menerjang pemukiman. Atap spandek sebuah warung terlepas.







