RADARPANGANDARAN.COM – Pendapatan asli daerah alias PAD wisata terindikasi bocor di kawasan Pantai Pangandaran.
Dugaan ini muncul setelah banyak wisatawan masuk melalui jalur tikus saat libur malam tahun baru 2026.
Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pangandaran menemukan banyak akses ilegal. Jalur tersebut langsung menuju objek wisata tanpa melewati pintu resmi.
Dikutip dari Radartasik.id, Kepala Bapenda Pangandaran Sarlan menyebut jumlah jalur tikus cukup banyak. Perkiraannya mencapai sekitar 20 akses menuju Pantai Pangandaran dan lokasi wisata lain.
Bapenda sudah menutup sebagian jalur tersebut. Sepuluh jalur berhasil ditutup bersama Satuan Polisi Pamong Praja.
Masih ada sepuluh jalur lain yang belum tertutup. Petugas terus melakukan upaya penertiban secara bertahap.
Sarlan menjelaskan, sebagian warga sengaja membawa wisatawan melewati jalur tikus. Ada juga yang hanya mengarahkan tanpa ikut masuk.
Bapenda meminta peningkatan kesadaran masyarakat. Wisatawan juga diimbau memilih akses resmi saat berkunjung.
Petugas mendapati dua kelompok beraksi di jalur tikus. Perwakilan kelompok tersebut telah dipanggil dan dimintai klarifikasi.
Bapenda meminta mereka membuat pernyataan tertulis. Jika mengulangi perbuatan, proses hukum akan ditempuh.
Pada malam tahun baru 2026, potensi kebocoran retribusi cukup terasa. Pendapatan tercatat sekitar Rp 610 juta.
Sarlan memperkirakan kebocoran mencapai sekitar 10 persen. Angka tersebut diduga berasal dari wisatawan yang masuk lewat jalur tikus.
Di Pantai Timur Pangandaran, tiga jalur tikus telah ditutup. Penutupan dilakukan bersama Satpol PP Kabupaten Pangandaran.













