Pesona Alam di Sekitar Batu Titinggian
Dari puncak batu, pengunjung bisa menikmati pemandangan luar biasa hamparan laut biru di satu sisi dan perbukitan hijau di sisi lain.
Angin laut yang berembus lembut membuat suasana semakin menenangkan, Jalan menuju puncak memang tidak mudah.
Pengunjung perlu berjalan kaki melalui jalur setapak di antara pepohonan tropis.
Namun, rasa lelah terbayar lunas saat pemandangan spektakuler terbentang di hadapan mata.
Selain menjadi tempat wisata alam, Puncak Batu juga menjadi lokasi favorit fotografer lokal.
Mereka sering datang saat pagi atau menjelang senja untuk menangkap momen cahaya yang menembus sela pepohonan.
Dengan latar batu besar yang eksotis, hasil foto yang mereka dapatkan terasa mistis dan menenangkan.
Warisan Budaya yang Tetap Dijaga
Meskipun wisata modern mulai berkembang di Pangandaran, masyarakat tetap menjaga kepercayaan terhadap Batu Titinggian dengan penuh hormat.
Mereka yakin, selama batu itu berdiri, keseimbangan alam akan terus terpelihara.
Karena itu, pemerintah desa bersama warga kini berupaya melestarikan kawasan ini agar tidak rusak oleh aktivitas manusia.
Puncak Batu menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat ikatan dengan alam. Setiap kunjungan ke tempat ini membawa makna spiritual yang dalam.
Warga membersihkan area sekitar batu dan menata jalur pendakian agar tetap aman. Anak-anak belajar tentang cerita leluhur dari para tetua desa.
Para pemuda membuat papan petunjuk sederhana dan menjaga kebersihan jalur wisata.
Semua kegiatan dilakukan dengan kesadaran bahwa Puncak Batu bukan hanya peninggalan, tetapi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.













